Langkah-langkah pembuatan Ethanol

May 12, 2008 – 5:49 am

Ada beberapa pertanyaan ke blog saya mengenai pembuatan ethanol. Kebetulan ada bacaan dari Kompas mengenai pemrosesan Ethanol dari ubi, dimana hasil output maksimumnya adalah ethanol 96 persen, dan dapat digunakan untuk campuran premium 5 sampai 10 persen. Berikut ini adalah cara pembuatan ethanol dari ubi:—–

Erliana Ginting dan Titik Sundari dari Pascapanen dan Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang Departemen Pertanian mengungkapkan proses pembuatannya. Caranya, ubi kayu atau singkong yang segar dikupas kulitnya, dicuci lalu diparut. Selanjutnya dilikuifikasi atau ditambahkan enzim amilase dan dipanaskan hingga suhu 90 derajat celsiun selama 30 menit sambil terus diaduk.

Selanjutnya bubur ubi itu didinginkan, dan tambahkan enzim glukoamilase (atau istilah lain disakarifikasi) dan dipanaskan lagi hingga suhu 60 derajat Celsius selama 2 jam. Selanjutnya pada suhu 32 derajat Celsius, ditambahkan ragi. Kemudian difermentasi pada suhu kamar selama 72 jam. Langkah selanjutnya penyulingan, dengan pemanasan minimum 80 derajat celsius. Jadilah etanol dengan kadar 96 persen.

Agar kadar etanol bisa naik sampai 99,5 persen dan bisa digunakan untuk substitusi premium, perlu didehidrasi dengan teknologi molecular sievehttp://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.29.13132842&channel=1&mn=53&idx=56. 

  1. 7 Responses to “Langkah-langkah pembuatan Ethanol”

  2. aku udah nyoba destilasi etanol dari hasil fermentasi dengan kadar 94%,..

    ngapo dapetnyo dikit??

    etanolnyo jugo bau pulo cak bau menyan,..

    aidahhh,…ngabisi waktu bae,..

    biso dak yo klu qto buat etanol dari air liur???

    By wahyu_nugra on May 28, 2008

  3. Wah sudah bagus itu dapet 94%.

    Ada metoda lain setelah itu,
    yaitu pemisahan dengan polivinyl alkohol,
    yaitu memisahkan uap air dari ethanol,
    sehingga bisa di dapat 99%.

    Etanol dari air liur?
    mungkin air liurnya orang yg habis mabok
    minum nimuna keras kaleeee.

    By admin on May 28, 2008

  4. Mohon sekali bantuannya untuk dapat menjelaskan secara rinci proses pembuatan etanol, serta rancangan pabrik skala rumah tangga, Matur nuwun

    By Didik on Jun 4, 2008

  5. Salam kenal.
    Melalui rurik ini saya terima kasih mudah-mudahan bisa nambah pengetahuan saya
    Saya mau minta tolong dikirim Proses Pembuatanya Ethanol dengan Gambar Alat Fermentasinya dan gunakan bahasa yang biasa aja yang biasa di pakai orang Indonesia .
    KAMU ANDA CINTA INDONESIA KAN ? Maah Lho Canda aja .

    By Suyitno on Jun 13, 2008

  6. Saya andre alumni UBAYA surabaya jurusan t.kimia03

    Kalo boleh memberi pendapat..
    Pembuatan bioethanol terdiri dari beberapa tahap yang penting,saya coba jelaskan secara singkat dan sederhana:

    1. Proses persiapan bahan baku
    Disini misal kita menggunakan bhn baku singkong..singkong dikuliti,dicuci, dan dicacah sampe halus sampai berbentuk slurry..

    2. Proses hidrolisis/liquifikasi
    Slurry yang sudah terbentuk dimasukkan kedalam jetcooker untuk dimasak spy terjadi proses gelatinasi
    sebelumnya ditambahkan enzym untuk bisa memecah amylosa yang ada dalam pati tersebut. Setelah proses pemasakan selesai dimasukkan ke dalam reaktor sampai proses pemecahan amylosa berlangsung sempuna.

    3.Proses Sakarifikasi
    Ditambakan enzym lagi untuk dapat memecah amylopeptin yg tidak dapat dipecah menjadi gula sederhana oleh enzym yang sebelumnnya.Setelah semua amylosa dan amylopeptin terpecah menjadi d-glucosa maka baru siap untuk dilakukan proses fermentasi. Tapi sebelum masuk fermentor harus difilter semua impuritiesnya serta meng disaktifasi enzym..

    4.Proses Fermentasi
    Disini kita menggunakan yeast dan suppyl O2 untuk dapat menghasilkan etanol. Perlu juga untuk ditambahkan nutrisi dll untuk dapat membuat kinerja dari yeast optimum.Jgn lp juga untuk mengatur suhu dan PH (begitu juga proses hidrolisis dan sakarifikasi)

    5.Proses pemurnian ethanol
    Hasil produk ethanol dari hasil fermentasi tidak dapat langsung digunakan untuk bhn bakar pengganti bensin. Kadar kemurnian bioethanol untuk biofuel harus lebih tinggi dari 99.5%, Jadi disini kita harus memrnikan ethanol dari kandungan air yang ada sampe maksilmal menggunakan sistem distilasi. Ethanol-air larut sempurna, jadi disini kesulitannya kita harus menggunakan distilasi azeotropik yang terkenal sangat sulit perhitungannya.

    Demikian yang saya bisa tuliskan..semoga bisa membantu…Soalnya judul Skripsi saya adalah “DESAIN PROYEK PABRIK BIOETHANOL BAHAN BAKU SINGKONG” jadi saya lumayan mengertilah walau banyak kesalahannya he he he

    Regards
    Andre_CG
    ———————-
    Rule of Thumb untuk perkiraan perolehan etanol
    Untuk bahan berpati, konversi pati —–> glukosa sebesar 1.1
    Konversi etanol —–> glukosa 0.51 (bisa dikalikan dengan perolehan)
    Contoh: Singkong, kadar pati 24 %. dengan basis 100 kg, diperoleh pati 24 kg. konversi ke glukosa dihasilkan (24*1.1) = 26.4 kg, dalam proses fermentasi dihasilkan etanol (26.4*0.51*0.9) = 12.12 kg (perolehan etanol 90%).
    densitas etanol 0.79 kg/L (suhu kamar), sehingga diperoleh etanol (12.12/0.79) = 15.34 L
    Jadi untuk memproduksi 1L etanol dari singkong dengan kadar pati 24%, diperlukan 6.5 kg singkong.
    Maaf jika ada kesalahan.

    Best regards

    Rendra
    ————————

    Untuk skema lebih lanjut,
    coba cek di :
    http://www.majarikanayakan.com/2008/02/co-production-of-bioethanol-with-others-biofuels/#comment-1061

    By admin on Jun 13, 2008

  7. mau tanya biasanya produksi etanol dari singkong membutuhkan waktu berapa lama waktu proses distilasi?masalahnya penelitian saya tentang produksi etanol dan lama banget prosesnya untuk 400ml bubur singkong yang sudah difermentasi membutuhkan waktu 12 jam itupun hasilnya kecil sekali sekitar 10 ml.mhn bantuannya masalah produksi etanol???please…

    By tahira on Jun 30, 2008

  8. 1 Ton Singkong menghasilkan 9 liter ethanol,
    nah berarti 1 kg singkong menghasilkan
    0,009 liter = 9 ml ethanol.

    Jadi mungkin sudah benar.

    Sumber :
    http://indonesiaenergywatch.com/?p=101

    Berikut ini saya ambil dari antara.co.id :
    ————————

    “Bahan paling ideal adalah ubi kayu yang di Jawa dikenal dengan sebutan singkong gendruwo, karena tingkat karbohidrat-nya cukup tinggi. Singkong gendruwo juga mengandung pati (racun) yang tak layak dikonsumsi,” katanya menambahkan.

    Cara pembuatannya, kata dosen senior Biologi ITS Surabaya itu, singkong gendruwo itu ditumbuk halus, kemudian dimasak dengan panci sampai menjadi bubur.

    “Hasilnya diberi ragi (proses fermentasi) dan didiamkan selama 4-5 hari sampai keluar ethanol-nya dengan kadar 90 persen. Kami menyebutnya dengan minyak tanah BE.40″, katanya.

    Namun, kadar ethanol 90 persen itu belum cukup untuk berfungsi seperti minyak tanah, sebab kadar ethanol yang dibutuhkan adalah 95 persen. Karena itu, perlu ditingkatkan.

    “Kalau kadar ethanol-nya di bawah 95 persen masih mengandung Pb (timbal), sedangkan bahan bakar harus bebas dari Pb, sebab kalau ada Pb-nya bisa meledak”, katanya menegaskan.

    Untuk menaikkan kadar ethanol itu, katanya, perlu ditambahkan batu kapur (gamping), sehingga ethanol-nya menjadi “bersih” dari Pb.

    By admin on Jun 30, 2008

Post a Comment